Kamis, 26 Januari 2017

Tujuh Hal Mengerikan Diksar Mapala UII yang Tewaskan Tiga Pesertanya.... Merinding Baca Nya !!!


Tiga orang mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) meninggal dunia seusai mengikuti pendidikan dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam UII (Mapala Unisi).


Mereka adalah Muhammad Fadhli yang meninggal pada Jumat (20/12017) dalam perjalanan menuju RSUD Karanganyar, Syaits Asyam meninggal di RS Bethesda pada Sabtu (21/1/2017). Serta korban ketiga yakni Ilham Nurfadmi Listia Adi yang meninggal di RS Bethesda pada Senin (23/12017) sekitar pukul sebelas malam.


Selain korban meninggal, hingga kini juga masih ada yang dirawat di Jogja International Hospital (JIH) yakni atas nama Abyan Razaki.

Berikut merupakan fakta-fakta mengerikan dari peristiwa yang sangat mengejutkan publik ini.

1. Syaits Asyam dicambuk rotan

Almarhum Syaits Asyam dipukuli menggunakan rotan, dipaksa mengangkat beban air, serta diinjak kakinya hingga kukunya terlepas.

2. Ada luka di punggung Muhammad Fadhli

Almarhum Muhammad Fadhli meninggal dalam perjalanan ke RSUD Karanganyar. Ia menderita luka di bagian tangan. Sumber lain mengatakan ia juga menderita luka di bagian punggung.

3. Ilham Nur Fadmy menderita luka fisik parah

Almarhum Ilham Nur Fadmy menderita luka fisik parah di bagian tangan, kaki, dan jempol kaki kanan hampir copot. Ia juga terus-menerus berak darah hingga harus mendapatkan transfusi darah.

4. Ilham ditemukan tergeletak di depan kamar dalam kondisi lemas

Ilham Nur Fadmy ditemukan tegeletak di depan kamar kosnya dalam kondisi lemah. Akibatnya ia mengalami luka di bagian dagu. Menurut teman kosnya, Ilham juga menderita sejumlah luka di bagian tangan. Ia mengaku, baru selesai buang air besar tapi kotorannya berupa darah.

5. Ilham dua hari bertahan di kos

Sebelum dibawa ke rumah sakit Bethesda hingga kemudian meninggal pada Senin (23/1) malam, Ilham diketahui sudah berada di kos selama dua hari.

6. Abyan diantar dalam kondisi luka

Korban yang masih dirawat yakni Abyan Razaki juga mengalami kekerasan fisik. Ia diantarkan ke kos oleh seorang panitia diksar dalam kondisi lemah dengan banyak luka di bagian lengan, paha, bekas sabetan di bagian punggung serta jempol kaki bernanah. Abyan juga mengalami trauma akibat kekerasan serta perasaan kehilangan rekan-rekannya.

7. Disodori Materi Rp 6000

"Ingat, nyawa kalian itu sudah di atas materai Rp6000,"tutut Budi menirukan penjelasan Abyan. Meskipun Budi menyetujui kegiatan tersebut, dengan menandatangani surat pernyataan yang berisikan materai 6000 namun bukan berarti nyawa anaknya bisa dimain-mainkan.


EmoticonEmoticon