Jumat, 06 Oktober 2017

INNALILLAHI!! Darah Berceceran Di Lantai KABAH, Setelah Ada Jamaah Haji yang Melakukan Hal ini


Kejadian Tragis dan Memilukan Kembali Menimpa Jamaah yang Tengah Melakukan Ibadah Di Mekkah, Kejadian memilukan ini Terjadi Tepat Di Depan Lokasi Hajar Aswad Seorang jamaah haji dari Pakistan yang belum diketahui identitasnya mengalami luka berat setelah terpental saat mencoba mencium hajar aswad pada Jumat (29/09/2017)

Ainur Rofiq (33 tahun ) Salah satu saksi yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa korban awalnya melakukan aktifitas tawaf di sekitar Kabah.Namun pada putaran tawaf yang kedua tiba-tiba saja jamaah haji tersebut mencoba untuk mencium hajar aswad dengan cara tak wajar, yakni dengan tidakmau mengantri, malah menarik tubuh orang-orang yang ada di depannya dengan kedua tangannya sepenuh tenaga.


Tubuh jamaah yang ditarik itu ternyata berpegangan dengan pundak orang yang ada di depannya lagi, Sontak tubuh mereka pun berjatuhan dan menimpa tubuh korban dan satu jamaah haji wanita asal Bangladesh.
.
Korban yang tertimpa sekitar puluhan jamaah haji Afrika langsung tak sadarkan diri, Dari kepala dan mulutnya mengeluarkan darah cukup banyak.

Sementara itu jamaah haji wanita yang juga tertimpa mengalami patah tulang tangan dan pendarahan di hidungnya.

Belum diketahui


secara pasti kondisinya saat ini, Namun pihak keamanan masjidil haram telah membawa kedua korban tersebut ke Rumah Sakit Ajyad yang berada tepat di bawah hotel Al Safwah Makkah.

Sebagaimana Di Riwayatkan Dalam Hadist dan Kitab-Kitab Mengapa seorang muslim disunnahkan mencium hajar Aswad? Jawabannya sebenarnya begitu simpel yaitu ingin mengikuti tuntunan Nabi. Karena Nabi menciumnya maka kita menciumnya. Itu saja alasan sederhananya.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam”. ( HR. Tirmidzi no. 877. Shahih menurut Syaikh Al Albani)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad adalah batu dari surga. Batu tersebut lebih putih dari salju. Dosa orang-orang musyriklah yang membuatnya menjadi hitam.” (HR. Ahmad 1: 307. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa lafazh ‘hajar Aswad adalah batu dari surga’ shahih dengan syawahid-nya. Sedangkan bagian hadits setelah itu tidak memiliki syawahid yang bisa menguatkannya. Tambahan setelah itu dho’if karena kelirunya ‘Atho’).

Keadaan batu mulia ini di hari kiamat sebagaimana dikisahkan dalam hadits,


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الْحَجَرِ « وَاللَّهِ لَيَبْعَثَنَّهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَهُ عَيْنَانِ يُبْصِرُ بِهِمَا وَلِسَانٌ يَنْطِقُ بِهِ يَشْهَدُ عَلَى مَنِ اسْتَلَمَهُ بِحَقٍّ »

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai hajar Aswad, “Demi Allah, Allah akan mengutus batu tersebut pada hari kiamat dan ia memiliki dua mata yang bisa melihat, memiliki lisan yang bisa berbicara dan akan menjadi saksi bagi siapa yang benar-benar menyentuhnya” (HR. Tirmidzi no. 961, Ibnu Majah no. 2944 dan Ahmad 1: 247. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan dan Syaikh Al Albani menshahihkan hadits ini).

Kenapa Kita Mencium Hajar Aswad?
Perhatikan hadits berikut,

عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ

“Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu” (HR. Bukhari no. 1597, 1605 dan Muslim no. 1270).


EmoticonEmoticon